PEMERINTAH KABUPATEN SUPIORI

Kamis, 18 November 2010

PROFIL KABUPATEN SUPIORI

. KONDISI GEOGRAFIS
Kabupaten Supiori merupakan Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2003, mempunyai wilayah daratan dengan luas sebesar 704,24 Km2 dan wilayah perairan seluas 5.993 Km2. Wilayah Kabupaten Supiori sebagian besar terletak di Pulau Supiori dan sebagian lainnya di Pulau Biak
Kondisi topografi daerah ini pada umumnya bergunung-gunung dan hanya pada beberapa bagian tertentu saja yang merupakan daerah datar hingga landai. Daerah yang datar dan landai tersebar di sepanjang daerah pesisir pantai. Pada daerah yang datar dan landai inilah masyarakat membangun pemukiman, berkebun, berladang dan melakukan aktifitas ekonomi lainnya.
Kondisi tanah pada umumnya merupakan perkembangan dari bahan induk dengan struktur batu kapur. Kondisi tanah yang saat ini cukup baik bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Sebagian tanah lainnya merupakan tanah yang cukup subur dan potensial untuk berbagai usaha tani, baik tanaman holtikultura, tanaman perkebunan maupun tanaman industri dan lain-lain.
Kondisi iklim, khususnya curah hujan cukup baik untuk mendukung usaha pertanian di daerah ini. Menurut klasifikasi smith dan fergusson iklim di Kabupaten Supiori termasuk tipe A/B dengan bulan basah terjadi selama 6 (enam) bulan, bulan lembab selama 4 (empat) bulan dan bulan kering selama 2 (dua) bulan.
Menurut peta kawasan hutan dan wilayah perairan Provinsi papua, sebagian besar wilayah ini merupakan kawasan hutan suaka alam. Didaerah ini terdapat kawasan hutan seluas 45.384 ha atau sekitar 65% dari luas wilayah Kabupaten Supiori. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan hutan suaka alam sebesar 38.517 ha, kawasan hutan lindung sebesar 4.689 ha, dan kawasan hutan produksi 2.178 ha (Analisis SIG, 2006).
Berdasarkan kondisi dan status kawasan di wilayah Kabupaten Supiori tersebut diatas, maka mudah dipahami apabila wilayah ini dikategorikan sebagai wilayah yang rentan terhadap berbagai perubahan lingkungan akibat pembangunan. Seiring dengan terbentuknya Kabupaten baru ini, maka laju pembangunan juga akan menjadi semakin meningkat. Kebutuhan lahan bagi pembangunan berbagai prasarana ekonomi seperti perumahan, perkantoran dan berbagai fasilitas umum lainnya akan segera diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk dengan berbagai kebutuhan yang memerlukan lahan untuk berbagai kegiatan usaha seperti tanaman pangan, holtikultura, tanaman industri, perkebunan, pemeliharaan ternak dan lain sebagainya. Peningkatan kebutuhan lahan bagi pembangunan ini akan menjadi ancaman terhadap kelestarian lingkungan hidup apabila tidak dikelola dengan baik.
Kelestarian berbagai fauna dan flora endemik/spesifik lokal seperti burung kakak tua raja jambul merah, kakak tua hitam jambul kuning, cenderawasih, kuskus dan berbagai jenis reptil, anggrek hitam dan berbagai spesias fauna dan flora lainnya akan terancam punah demikian pula dengan kelestarian terumbu karang, padang lamun, estuaria, dan ekosistem manggove akan mengalami ganguan yang serius. Menyadari potensi dampak lingkungan hidup yang begitu luas yang dapat timbul dari pembangunan di Kabupaten Supiori kedepan maka perlu adanya sosialisasi pihak pemerintah kepada masyarakat terhadap pengaruh pembangunan pada sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Supiori
a.Letak dan Luas Wilayah
Wilayah Kabupaten Supiori Provinsi Papua terletak pada koordinat 0055’54” lintang utara-1031’ lintang selatan dan 134047’-136048’ bujur timur.Luas wilayah daratan Kabupaten Supiori Provinsi Papua adalah 572 km2.
Secara Administrasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Supiori terdiri dari :
1.Distrik Supiori Timur, luas wilayayah 79 Km2 terdiri dari 10 Desa/Kampung
2.Distrik Supiori Utara, luas wilayayah 72 Km2 terdiri dari 5 Desa/Kampung
3.Distrik Supiori Barat, luas wilayayah 177 Km2 terdiri dari 7 Desa/Kampung
4.Distrik Supiori Selatan , luas wilayah 108 Km2 terdiri dari 7 Desa/Kampung
5.Distrik Kepulauan Aruri, luas wilayah 136 Km2 terdiri dari 9 Desa/Kampung
Lima Distrik tersebut terdiri dari 38 Desa/Kampung, nama-nama Desa/Kampung di Tiap Distrik sebagai berikut :
Supiori Timur
Yawerma , Wombonda, Marsram, Duber, Sauyas , Wafor, Sorendiweri, Waryesi, Douwbo dan Syurdori
Supiori Utara
Warsa , Puweri, Warbor, Kobari jaya dan Fanjur
Supiori Barat
Mapia , Masyai, Napisndi, Amyas , Wayori, Koryakam dan Waryei
Supiori Selatan
Biniki, Maryaidori, Warbefondi, Fanindi, Awaki, Odori dan Didiabolo
Kepulauan Aruri
Imbirsbari, Wonggeina, Aruri, Yamnaisu, Rayori, Mburwandi, Manggonswan, Insumbrei dan Ineki
Kabupaten Supiori meliputi seluruh pulau Supiori dan pulau-pulau kecil lainnya dibagian selatan, barat dan utara sebanyak kurang lebih 27 pulau dengan luas total 572 km2 yang terbagi menjadi 2 (dua) gugus kepulauan meliputi ;
(1)Gugus kepulauan befondi ( yang terdiri dari : kepulauan mapia, kepulauan miosbefondi dan ;
(2)Gugus kepulauan sowek (terdiri dari pulau rani, pulau insumbabi, teluk odori, pulau aruri, sowek, ineki, wonggeina dan imbirsbari)
b.Kelerengan
Wilayah Kabupaten Supiori di dominasi oleh kelerengan yang curam hingga sangat curam dan hanya sebagian kecil yang datar hingga landai. Kelas lereng yang sangat curam (>40%) mendominasi wilayah Kabupaten Supiori dengan luas areal 40.393 ha atau 57,35% kelerengan sedang sampai curam (15-40%) menempati areal seluas 12.251 ha (17,40%) dan areal datar sampai landai (0-15%) seluas 17.780 ha (25,25%).
c.Jenis Tanah
Wilayah Kabupaten Supiori Provinsi Papua di dominasi oleh jenis tanah latosol dan aluvial, dan sebagian kecil berjenis tanah meditran, litosol dan podsolik. Tanah ini berbentuk dari batuan induk batu karang, yang dalam perkembangannya membentuk tanah berbatu kapur. Jenis batuan bahan induk inilah yang mewarnai jenis tanaman dan kehidupan diatasnya.
d.Iklim
Kondisi iklim di Kabupaten Supiori sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ketinggian tempat, vegetasi/hutan, dan berbagai faktor lainnya. Intensitas curah hujan sebesar 3.214 mm/tahun dan jumlah hari hujan dalam setahun sebanyak 219 hari. Data intensitas curah hujan dari hari hujan.
Menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson, iklim di Kabupaten Supiori termasuk tipe A/B yang didominasi oleh Bulan basah dengan curah hujan lebih besar dari 100 mm perbulan. Curah hujan bulanan rata-rata di Kabupaten Supiori tercatat sebesar 204,57 mm/bulan. Penyebaran intensitas curah hujan ini relatif merata pada setiap bulan dengan intensitas curah hujan bulan terendah terjadi pada bulan oktober dengan curah hujan sebesar 76,2 mm dan curah hujan tertinggi pada bulan Januari dan Maret dengan intensitas curah hujan sebesar 310,0 mm dan 365,2 mm.
Pada kondisi curah hujan seperti ini akan sangat membantu dalam usaha pertanian, tetapi juga sekaligus dapat menjadi pemicu terjadinya bencana banjir, erosi, longsor dan lain-lain.
e.Penutupan Lahan
Penutupan lahan di Kabupaten Supiori Provinsi Papua didominasi oleh hutan tropika basah yang kaya dengan species-species tumbuhan. Jenis vegetasi yang banyak ditemui di daerah ini adalah kayu besi (Instia bijuga), Matoa, Kayu Cina, damar hutan, ketapang hutan, cemara papua dan lain-lain. Lahan yang cukup sesuai dengan kegiatan pertanian di Kabupaten Supiori Provinsi Papua tercatat seluas 3.503 ha. Lahan ini tersebar di 3 (tiga) distrik dan yang terluas di distrik supiori utara, disusul oleh supiori timur dan supiori selatan.
Semua jenis penutupan lahan ini menyebar merata pada ketiga distrik di Kabupaten Supiori. Hutan lahan kering primer menempati areal terluas yaitu 55.350 ha atau 78,60% dari luas total areal Kabupaten Supiori (didominasi oleh cagar alam), sisanya 21,4% terdiri atas hutan lahan kering sekunder, semak belukar, manggrove dan pertanian lahan kering.
f.Flora dan Fauna
Keadaan flora dan fauna di Kabupaten Supiori cukup beragam. Jenis flora endemik yang banyak dijumpai di Kabupaten Supiori terdiri atas jenis pohon-pohonan dan berbagai jenis anggrek.
Jenis pohon hutan yang potensial yaitu merbau, matoa, kayu cina/ damar, ketapang hutan, manggustan, pandanus (pohon buah merah), dan berbagai jenis bambu. Berbagai jenis anggrek dapat ditemukan dalam hutan termasuk jenis anggrek hitam yang dilindungi. Tanaman perkebunan yang dikembangkan oleh penduduk antara lain kelapa sawit, durian, rambutan, langsat, cempedak, kakao dan kelapa. Selain itu penduduk mengusahakan tanaman pinang dan siri untuk keperluan makan siri, dan tanaman sagu sebagai bahan makanan. Tanaman semusim yang banyak di kembangkan sebagai bahan makanan adalah keladi, ubi jalar dan singkong, sedangkan tanaman musiman yang banyak dikembangkan yaitu pisang dan nenas.
Jenis fauna yang banyak ditemukan umumnya jenis endemik lokal seperti kuskus, babi hutan dan tikus hutan. Jenis burung yang banyak ditemukan adalah burung mahkota, cenderawasih biak, kakak tua putih, mambruk, nuri hijau/merah, nuri kepala hitam, kumkum dan lain-lain. Sebagian dari jenis endemik tersebut termasuk jenis yang di lindungi.
Berbagai jenis ikan yang terdapat di perairan supiori yaitu ; ikan hiu, pari, napoleon, cakalang, kerapu dan berbagai jenis ikan karang seperti baronang, ikan merah, bawal, sunu, ikan batu, kerang, lola, batu laga dan lain-lain. Selain itu terdapat berbagai jenis udang dan lobster. Di pulau Mapia terdapat banyak penyu dan ikan tenggiri. Bilamana potensi perairan ini dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai ekonomi yang cukup tinggii bagi kabupaten supiori.
g.Penggunaan Lahan
Kawasan hutan didaerah Kabupaten Supiori dibagi menjadi 4 fungsi kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi, kawasan suaka alam (cagar alam) dan kawasan lainnya. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang kehutanan, kawasan-kawasan hutan tersebut memiliki pendefenisian tersendiri.
Potensi sumberdaya hutan didasarkan pada SK. Menthutbun No.891/KPTS-II/1999, kawasan hutan lindung mempunyai luas yang paling besar yaitu sebesar 123.436,89 Ha (42,33 dari luas wilayah hutan) dan menempati urutan berikutnya adalah kawasan hutan produksi terbatas seluas 54.648,83 Ha (18,74% dari luas wilayah hutan), kawasan hutan konservasi seluas 45,148,96 Ha (15,46% dari luas wilayah hutan) areal penggunaan lain seluas 34.500,23 Ha (11,83%) dan hutan produksi seluas 33.860.83 Ha (11,61% dari luas wilayah hutan).
Hutan konservasi terdiri dari cagar alam kabupaten supiori terletak di supiori selatan dan supiori utara dan berdasarkan hasil tata batas panjang 159,14 km, luas 41,990 Ha dengan SK Penetapan No.026/Kpts-II/1988 tanggal 11 Januari 1988.
Atas dasar tersbut, maka diperlukan adanya perlindungan terhadap kawasan hutan lindung, kawasan hutan konservasi serta pengawasan terhadap pengelolaan kawasan hutan produksi supaya produktifitas kayu stabil atau mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun dengan tujuan untuk menopang kesejahteraan masyarakat dan tetap terjaganya kelestarian alam.

KONDISI KABUPATEN SUPIORI
Lingkungan Biofisik
Kondisi lingkungan hidup ekosistem pulau supiori secara umum masih cukup baik. Wilayah daratan Kabupaten Supiori dengan luas 704,24 km2 ini terdiri dari 45.348 ha (64%) kawasan hutan dan 25.040 ha (36%) untuk penggunaan pemukiman, pertanian dan hutan rakyat. Kondisi kawasan hutan, secara keseluruhan juga masih cukup baik.
Kondisi peruntukan lahan di Kabupaten Supiori menunjukkan bahwa lebih dari 61% wilayah ini merupakan kawasan hutan tutupan, baik untuk kepentingan pelestarian alam maupun untuk sistem penyanggah kehidupan dan hanya sekitar 27.218 ha (39%) yang diperuntukkan bagi kegiatan produktif dilihat dari segi topografi, erodibilitas dan erosivitas maka pola penutupan dan penggunaan lahan ini cukup baik. Dengan proporsi penggunaan lahan seperti ini, maka kondisi lingkungan hidup diharapkan akan dapat lestari.
Lingkungan Sosial Ekonomi
Jumlah penduduk di Kabupaten Supiori tercatat sebanyak 19.182 jiwa. Penduduk tersebar di lima Distrik yang ada, masing-masing 6.050 jiwa di Distrik Supiori Timur, 1.894 di Distrik Supiori Utara, 2.241 di Distrik Supiori Barat, 3.495 di Distrik Supiori Selatan dan 5.502 di Distrik Kepulauan Aruri. Penduduk pada umumnya bermukim di daerah sepanjang pesisir pantai, baik di pantai utara, pantai selatan, pantai barat dan pantai timur.

Demikian Profil Kabupaten Supiori, kiranya dapat digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.
Sumber: BAPPEDA Kabupaten Supiori

4 komentar:

  1. kerreenn...
    thank's infox..
    :)
    GBU.

    walking blog..
    http://ekanoo.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Assalamu Alaikum wr-wb,perkenalkan nama saya ibu SURIYANI asal SURAKARTA,saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS.saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer K1 dan K2 diinstansi pemerintahan manapun,saya mengabdi kurang dari 10thn menjadi pegawai honoer belum terangkat menjadi PNS dan saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil didaerah surakarta,dan disini daerah tempat mengajar saya hanya dialiri listrik tenaga surya,saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita masing2,pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN PUSAT karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan,disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0812-9343-4567 atas nama TAUCHID DJATMIKO SH.M.SI,beliaulah yang selama ini membantu perjalan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL.alhamdulillah berkat bantuan bapak TAUCHID DJATMIKO SH.M.SI.SK saya tahun ini bisa keluar,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak TAUCHID DJATMIKO SH.M.SI dinomor 0812-9343-4567,siapa tau beliau bisa membantu anda

    BalasHapus
  3. (SRI AGUSTINA SHOFIAN; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Blitar)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Blitar dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Blitar dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Blitar Jawa Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I. beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk DR.H.EDY WAHYONO SUWARNO PUTRO.SH.M.S.I.0813-2612-2555

    BalasHapus
  4. Mantap bro data dan infonya sangat membantu .tks berat

    BalasHapus